Jaminan Keamanan Data Anda Saat Menggunakan Open Banking
Loading...

Beberapa orang yang masih menggunakan transaksi secara manual atau belum beraling menggunakan berbagai layanan yang ada pada open banking bukan berarti orang tersebut tidak memiliki rekening tabungan ataupun smartphone. Diantara mereka mungkin masih ada yang meragukan dan khawatir akan keamanan yang ada pada layanan open banking. Hal inilah yang membuat beberapa orang masih enggan untuk menggunakan layanan open banking.Keamanan data nasabah memang penting dan ini menjadi tanggung jawab bank dalam melindungi kerahasiaan data nasabah.

 

Banyaknya kasus penyalah gunaan data nasabah beberapa waktu yang lalu semakin membuat takut segelintir orang untuk beralih menggunakan layanan open banking. Data-data nasabah semestinya dijaga dengan baik oleh bank terkait mengingat data tersebut bersifat rahasia. Di ere digitalisasi saat ini semua data nasabah dalam perbankan sudah mulai beralih menggunakan data digital. Namun, digitalisasi layanan keuangan menghadirkan isu yang amat krusial, yakni keamanan data nasabah, termasuk di sektor keuangan formal. Apalagi, tren kejahatan cyber terus meningkat dan muncul dengan segala cara untuk membobol rekening nasabah.

 

Banyaknya peretasan yang dilakukan orang tidak bertanggunag jawab membuat bank harus semaikn merapatkan keamanan data perbankannya. Bank BRI dalam hal ini menerapkan mengacu pada standar keamanan industri dan standar keamanan yang ditetapkan oleh regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena Keamanan data nasabah sangat penting dan ada standar-standar industry yang harus dipenuhi. Misalnya data bagi nasabah pengguna kartu harus complydengan Payment Card Industry (PCI) Data Security Standard (DSS) itu adalah salah satu syarat-syarat yang sangat memadai untuk memproteksi data nasabah berbasis kartu.

 

Bagi anda yang saat ini sudah menggunakan fasilitas dari open banking tebtunya tidak perlu khawatir akan keamanan data anda di bank. Sejauh ini bank-bank besar selalu menggunakan standar timggi dalam menerapkan standar keamanan data nasabah. Bagi anda yang masih ragu anda dapat menanyakannya ke pihak bank saat melakukan pendaftaran internet banking, mobile banking, atau fasilitas open banking lainnya.

Perlu diingat, para nasabah berhak untuk tegas terhadap jenis informasi yang ingin mereka bagikan dengan bank dan aplikasi pihak ketiga mereka.

 

Dengan undang-undang privasi data seperti GDPR yang memperkenalkan standar jauh lebih tinggi untuk mendapatkan informasi pribadi, pengaturan perizinan menjadi semakin terperinci. Hal ini memaksa para pelaku bisnis menata ulang kebijakan data mereka, sehingga para nasabah memiliki pilihan untuk memberikan dan mencabut akses informasi dari pihak ketiga.

 

Dalam ekonomi yang mengedepankan kenyamanan saat ini sebagian implementasi open banking yang ditentukan oleh kemampuan bank dalam menyediakan transparansi dan komunikasi terbuka dengan nasabah tentang bagaimana data mereka digunakan. Setiap teknologi baru dan berkembang memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Dalam hal open banking, semua pelaku dalam ekosistem ini perlu menyadari adanya potensi untuk memperbarui hubungan antara bank dan para nasabah tanpa adanya risiko keamanan. Ini bisa sesederhana mengamankan ekosistem dalam pengumpulan data nasabah, atau bahkan melalui penerapan transparansi dalam teknologi itu sendiri. Oleh karena itu penting bagi bank untuk melindungi data nasabahnya.

 

Nasabah tentunya memiliki kepercayaan bahwa pihak bank mampu melindungi data-data yang mereka berikan. Sehingga kpercayaan yang diberikan oleh nasabah ini harus dipegang. Nantinya keprcayaan inilah yang akan membuat nasabah memberikan informasi dari mulut-kemulut. Hingga akhirnya nama bank akan menjadi terkenal. Untuk berbagai kemajuan dari Technologi BRI atau BRI TECH, silahkan klik di link yang telah saya bagikan.